5 Kesalahan Penggunaan Chemical Cleaning yang Sering Terjadi di Area Komersial

Kebersihan di area komersial bukan hanya soal membuat lantai terlihat bersih atau ruangan terasa lebih wangi. Di restoran, hotel, rumah sakit, perkantoran, fasilitas publik, hingga area produksi, penggunaan chemical cleaning yang tepat menjadi bagian penting dari proses kebersihan, keselamatan kerja, dan perawatan fasilitas.

Sayangnya, masih banyak kesalahan yang terjadi saat menggunakan chemical cleaning. Mulai dari mencampurkan chemical secara sembarangan, menggunakan takaran yang tidak sesuai, hingga memilih produk yang tidak sesuai dengan jenis permukaan.

Padahal, penggunaan chemical yang tidak tepat tidak selalu membuat proses pembersihan menjadi lebih efektif. Justru, cara penggunaan yang salah dapat membuat chemical bekerja kurang optimal, meninggalkan residu, merusak permukaan, atau meningkatkan risiko paparan bagi pekerja.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), produk pembersih dan disinfektan perlu digunakan sesuai instruksi produsen, termasuk dalam hal pengenceran, waktu kontak, kompatibilitas material, penyimpanan, serta penggunaan dan pembuangannya.

Lalu, apa saja kesalahan yang paling sering terjadi?

1. Menggunakan Chemical Tanpa Memperhatikan Jenis Permukaan

Satu chemical belum tentu cocok untuk semua permukaan.

Area komersial memiliki berbagai jenis permukaan, mulai dari stainless steel, keramik, kaca, vinyl, granit, hingga permukaan yang memiliki lapisan pelindung tertentu. Masing-masing dapat memiliki karakteristik dan ketahanan yang berbeda terhadap bahan kimia.

Menggunakan chemical yang terlalu kuat atau tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan warna, korosi, lapisan permukaan rusak, atau meninggalkan residu.

CDC juga menekankan pentingnya memilih produk yang kompatibel dengan permukaan dan peralatan yang akan dibersihkan.

Karena itu, pemilihan chemical sebaiknya dimulai dari pertanyaan sederhana:

“Permukaan apa yang akan dibersihkan dan jenis kotorannya apa?”

Misalnya, chemical untuk mengangkat minyak dan grease tentu memiliki fungsi berbeda dengan chemical untuk membersihkan kaca, lantai, toilet, atau kerak mineral.

Yang sebaiknya dilakukan:

- Identifikasi jenis permukaan sebelum memilih chemical.

- Sesuaikan chemical dengan jenis kotoran.

- Periksa petunjuk penggunaan dan kompatibilitas material.

- Hindari menggunakan satu produk untuk semua kebutuhan apabila memang tidak dirancang untuk itu.

2. Mengira Semakin Pekat Chemical, Semakin Bersih

Ini merupakan salah satu kesalahan yang cukup umum dalam penggunaan chemical cleaning.

Ketika hasil pembersihan dirasa kurang maksimal, sebagian pengguna mungkin berpikir bahwa menambah jumlah chemical akan membuat permukaan lebih cepat bersih.Padahal, konsentrasi yang terlalu tinggi tidak otomatis membuat proses cleaning lebih efektif.

Padahal, konsentrasi yang terlalu tinggi tidak otomatis membuat proses cleaning lebih efektif.

CDC menjelaskan bahwa chemical yang digunakan pada konsentrasi terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat memengaruhi efektivitas produk dan meningkatkan risiko yang tidak diperlukan bagi pekerja, pengunjung, maupun lingkungan.

Di Indonesia, materi pelatihan Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa konsentrasi disinfektan perlu disiapkan sesuai anjuran produsen. Konsentrasi yang terlalu rendah dapat mengurangi efektivitas, sedangkan konsentrasi yang terlalu tinggi dapat meningkatkan paparan bahan kimia kepada pengguna.

Artinya, prinsipnya bukan:

“Semakin banyak chemical = semakin bersih”

Tetapi:

“Gunakan konsentrasi yang tepat sesuai fungsi dan petunjuk produk.”

Yang sebaiknya dilakukan:

- Gunakan takaran yang direkomendasikan produsen.

- Gunakan alat ukur atau dosing system bila diperlukan.

- Buat panduan pengenceran yang mudah dipahami oleh cleaning staff.

- Hindari memperkirakan takaran hanya berdasarkan “kira-kira”.

Penggunaan takaran yang konsisten juga membantu menjaga kualitas hasil cleaning dan mengontrol penggunaan chemical agar tidak boros.

3. Langsung Menggunakan Disinfektan Tanpa Cleaning Terlebih Dahulu

Cleaning dan disinfection bukanlah hal yang sama.

Cleaning bertujuan menghilangkan kotoran, debu, minyak, dan material organik dari permukaan. Sementara disinfection bertujuan mengurangi atau membunuh mikroorganisme tertentu menggunakan bahan disinfektan.

CDC menjelaskan bahwa permukaan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses sanitasi atau disinfeksi karena kotoran dan material organik dapat menghambat efektivitas bahan disinfektan.

Contohnya dapat ditemukan pada area komersial seperti meja restoran yang memiliki sisa makanan dan minyak. Jika permukaan tersebut langsung diberikan disinfektan tanpa membersihkan kotoran terlebih dahulu, proses disinfeksi dapat menjadi kurang optimal.

Karena itu, urutan proses juga penting:

Remove soil → Clean → Rinse bila diperlukan → Disinfect → Observe contact time sesuai label

Tentu saja, urutan dapat berbeda tergantung jenis produk, permukaan, dan prosedur fasilitas.

Yang sebaiknya dilakukan:

Pastikan cleaning staff memahami perbedaan antara:

- Cleaner/detergent

- Degreaser

- Disinfectant

- Descaler

- Floor care chemical

- Glass cleaner

- Chemical khusus lainnya

Dengan begitu, setiap chemical digunakan berdasarkan fungsi yang memang dirancang untuknya.

4. Mengelap Disinfektan Terlalu Cepat

Chemical sudah disemprotkan, lalu langsung dilap.

Padahal, untuk produk disinfektan, terdapat konsep yang disebut contact time atau waktu kontak.

Contact time adalah waktu yang dibutuhkan disinfektan untuk tetap berada dalam kondisi kontak dengan permukaan agar proses disinfeksi dapat berlangsung sesuai klaim dan petunjuk produk.

CDC menjelaskan bahwa permukaan perlu tetap basah selama waktu kontak yang dipersyaratkan pada label produk. Jika disinfektan langsung dilap hingga kering sebelum waktu kontak terpenuhi, prosesnya dapat menjadi kurang efektif.

Kementerian Kesehatan RI juga mencantumkan konsentrasi dan waktu kontak sebagai faktor yang memengaruhi efektivitas proses disinfeksi.

“sudah disemprot” belum tentu berarti “sudah terdisinfeksi”

Yang sebaiknya dilakukan:

- Periksa waktu kontak pada label produk.

- Pastikan permukaan tetap basah selama waktu yang dipersyaratkan.

- Jangan langsung mengelap jika produk memang membutuhkan waktu kontak tertentu. - Sesuaikan SOP cleaning dengan petunjuk penggunaan produk.

Untuk area dengan aktivitas tinggi, pemilihan produk dengan instruksi penggunaan yang jelas juga dapat membantu cleaning staff menjalankan prosedur secara konsisten.

5. Mengabaikan SDS, APD, Label, dan Penyimpanan Chemical

Chemical cleaning merupakan bagian dari operasional, tetapi tetap perlu dikelola dengan prosedur keselamatan.

Kesalahan yang sering terjadi bukan hanya saat chemical digunakan, tetapi juga saat chemical disimpan, dipindahkan, atau disiapkan.

Misalnya:

- Chemical dipindahkan ke wadah lain tanpa label.

- Tidak tersedia informasi keselamatan produk.

- Cleaning staff tidak mengetahui APD yang diperlukan.

- Chemical disimpan sembarangan.

- Produk dicampurkan tanpa mengetahui kompatibilitasnya.

CDC merekomendasikan agar produk cleaning dikelola berdasarkan Safety Data Sheet (SDS), disimpan dengan cara yang meminimalkan risiko paparan, serta disiapkan sesuai instruksi produsen.

Kementerian Kesehatan RI juga menekankan pentingnya ketersediaan informasi keselamatan, SOP, pelabelan, APD, serta prosedur penanganan tumpahan untuk pengelolaan bahan kimia tertentu di fasilitas kesehatan.

Yang tidak kalah penting, jangan mencampurkan chemical secara sembarangan. Mencampurkan dua produk dapat mengubah sifat kimianya dan berpotensi menghasilkan risiko yang tidak diharapkan.

Yang sebaiknya dilakukan:

- Pastikan setiap chemical memiliki label yang jelas.

- Sediakan SDS atau informasi keselamatan yang relevan.

- Gunakan APD sesuai petunjuk produk.

- Simpan chemical pada area yang sesuai.

- Berikan training kepada cleaning staff.

- Buat SOP sederhana untuk penggunaan, pengenceran, penyimpanan, dan penanganan tumpahan.

- Jangan mencampurkan chemical kecuali memang dinyatakan aman dan diperbolehkan oleh produsen.

Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan Penggunaan Chemical?

Penggunaan chemical cleaning yang efektif sebenarnya tidak hanya bergantung pada seberapa kuat produknya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara bersamaan:

Jenis kotoran + jenis permukaan + chemical yang sesuai + konsentrasi + metode aplikasi + waktu kontak + keselamatan kerja.

Karena itu, area komersial sebaiknya memiliki sistem cleaning yang terstruktur.

Mulai dari pemetaan kebutuhan chemical, penyusunan SOP, pelatihan cleaning staff, penggunaan takaran yang konsisten, hingga evaluasi hasil cleaning secara berkala.

Snap Clean, Solusi Chemical Cleaning untuk Berbagai Kebutuhan Area Komersial

Setiap area memiliki kebutuhan cleaning yang berbeda. Karena itu, penggunaan chemical sebaiknya disesuaikan dengan fungsi dan jenis kotoran yang ingin ditangani.

Snap Clean menghadirkan berbagai produk cleaning chemical yang dapat digunakan untuk kebutuhan kebersihan di berbagai area, mulai dari restoran, F&B, hotel, fasilitas umum, institusi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Beberapa di antaranya meliputi:

Snap Clean Degreaser Engine & Kitchen

Dirancang untuk membantu membersihkan minyak dan grease pada area seperti dapur, kompor, meja, lantai, hingga engine. Cara penggunaannya praktis: semprot, lap, dan selesai, dengan tetap mengikuti petunjuk penggunaan produk.

Snap Clean Floor Cleaner

Digunakan untuk membantu menjaga kebersihan lantai dan area yang membutuhkan perawatan rutin.

Snap Clean Bowl Getter

Chemical khusus untuk membantu membersihkan kerak pada area toilet. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan tingkat kerak dan petunjuk pengenceran produk.

Snap Clean Glass Cleaner

Diformulasikan untuk membantu membersihkan permukaan kaca dengan hasil yang cepat kering.Snap Clean Wall Stripper

Snap Clean Wall Stripper

Digunakan untuk membantu menangani lapisan atau kotoran membandel pada permukaan dinding sesuai kebutuhan dan prosedur penggunaan.

Dengan memilih chemical berdasarkan fungsi, jenis kotoran, dan jenis permukaan, proses cleaning dapat dilakukan secara lebih terarah dan konsisten

Bersih bukan hanya tentang chemical yang digunakan

Hasil cleaning yang baik juga ditentukan oleh cara memilih, mengukur, mengaplikasikan, menyimpan, dan mengelola chemical tersebut.

Karena itu, sebelum menambahkan lebih banyak chemical, pastikan terlebih dahulu bahwa produk yang digunakan memang sesuai dengan kebutuhan area dan sudah diaplikasikan dengan cara yang tepat.

Snap Clean — Bersih Melindungi.